comic

Rabu, 22 September 2010

LINGKUNGAN PENDIDIKAN

A. Pengertian Lingkungan
Lingkungan (empirement): “meliputi semua kondisi dalam semua ini yang dengan cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau lfe processes kita” (ngalis purwanto, 1986:77).
“Wasty soemanto (1984:80) mengemukakan bahwa”. Lingkungan menyakup segala material dan stimuli didalam dan diluar diri individu, baik yang bersifat fsikologis,prikologis, maupun sosial kultural”.
Sesuatu yang mempengaruhi itu mungkin berasal dari dalam individu (internal environment), dan mungkin pula berasal dari luar diri individu environment (external environment).

B. Fungsi Lingkungan
Fungsi suatu lingkungan tergantung pada jenis lingkungan tersebut. Sekolah
Sebagai suatu lembaga pendidikan berfungsi antara lain sebagai:
1) Fusat pendidikan normal
2) Pusat kebudayaan
3) Lembaga sosial
Fungsi seperti ini merupakan fungsi kedalam (internal), fungsi (eksternal) ikut
Berpartisipasi membantu keluarga dan masyarakat dalam hal penyelenggaraan pendidikan informal dan non formal.

C. Jenis-Jenis Lingkungan
Secara tidak langsung pada uraian terdahulu. Sudah terbahas berbagai jenis
lingkungan. Dari segi pengertian, lingkungan dapat terdiri dari lingkungan dalam (internal environment) dan lingkungan luar (exsternal environment), dari segi fungsi sudah secara tidak langsung terlihat berbagai jenis lingkugan yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Pada bab ini akan di bahas ketiga jenis lingkungan seperti itu, selengkapnya konsep itu berbunyi: “Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat karena itu merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah”.

1. Keluarga
Keluarga adalah merupakan pengelompokan primer yang terdiri dari
sejumlah kecil orang yang mempunyai hubungan pertalian darah, Keluarga di kenal sebagai lingkungan pendidikan yang pertana dan utama.
Prediket ini mengindetifikasikan betapa ensensialnya peran dan pengaruh keluarga dalam pembentukan prilak u dan keperibadian anak , pandanagan seperti ini danagt logis dan mudah sipahami karena beberapa alasan berikut ini:
a. Keluarga merupakan pihak yag paling awal memberikan banyak perlakuan kepada anak
b. Sebagaian besar waktu anak berada dilingkungan keluarga
c. Karakteristik hubungan anak berbeda dari pihak-pihak lainya
d. Interaksi kehidupan dirumah bersifat asli.
lingkungan keluarga sungguh sungguh merupakan pusat didikan yang penting dan menentukan. Keluarga memberikan pengaruh yang kuat, dan sangat dominan kepada anak, terutama dalam pembentukan prilaku, sikap dan kebiasaan, penanaman nilai-nilai, prilaku-prilaku, pengetahuan dan sebagainya. Sehubungan dengan ini fuad ikhsan, mengemukakan fumgsi lembaga pendidikan keluarga sebagai berikut :
1. Keluarga sangat penting, sebab pengalaman masa kanak-kanak akan member warna pada perkembangan berikutnya.
2. Pendidikan di lingkngan keluarga dapat menjamin kehidupan emosional anak untuk tumbuh dan berkembang.
3. Keluarga membentuk pendidikan moral dan keteladanan orangtua didalam bertutur kata dan berprilaku sehari-haari akan menjadi pendidikan moral bagi anak guna untuk manusia susila.
4. Didalam keluarga akan tumbuh tolong menolong, tenggang rasa, sikap social yang mulia, menjadi wahana pembentukan manusia sebagai makhluk sosial.
5. Keluarga merupakan lembaga yang meletakan dasar-dasar pendidikan agama, kebiasaan orang membawa anaknya ke mesjid merupakan langkah yang bijaksana dalam pembentuk anak sebagai makhluk religious.
6. Keluarga lebih cenderung menciptakan kondisi inisiatif, kreatifitas, kehendak, emosi, tanggung jawab, keterampilan, sedangkan dalam pengembangan, konsep prinsip, generalisasi dan intelek, keluarga hanya berfungsi sesbagai pendorong dan pemberi semangat.
Seifert & Hoffnung (1991) menjelaskan enam kemungkinan cara yang harus dilakukan orang tua dalam mempengaruhi anak, yakni :
a) Pemodelan prilaku (Modeling of behaviors) bagi anak-anak.
b) Memberikan ganjaran dan hukuman (giving rewards and punishments) terhadap prilaku yang buruk.
c) Perintah langsung (direct instruction) memberikan perintah secara sederhan. Sehingga bisa lebih memahami harapan-harapan dan keinginan orang tua.
d) Menyatakan peraturan-peraturan (stating rulers)
e) Nalar (reasoning)
f) Menyediakan fasilitas atau bahan dengan suasana yang menunjang.
Disamping itu adalah menjaga kualitas hubungan orang tua dan anak, gaya pengasuhan orang tua dan pengaruhnya terhadap perkembangan anak dan persoalan-persoalan keluarga yang akan berpengaruh terhadapa anak seperti orang tua yang berkarir, rumah tangga broken dan sebagainya harus menjadi titik perhatian pendidikan.

2. Lingkungan Sekolah
Jalur pendidikan sekolah adalah pendidikan yang diselenggarakan sekolah melalui kegiatan belajar mengajar dengan organisasi yang tersusun terencana, berjenjang dan berkesinambungan. Tugas sekolah sangat penting dalam menyiapkan anak untuk kehidupan masyarakat. Sekolah bukan semata-mata bukan hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen dan pemberi jasa yang sangat erat hubungannya dengan pembangunan. Maka pendidikan formal harus berfungsi :
a) Sekolah harus mampu menumbuh kembangkan anak sebagai makhluk individu melalui semua pembekalan bidang studi.
b) Sekolah melalui teknik pengajian bidang studi perlu mengembangkan sikap social, gotong royong, toleransi, democrat dan sejenisnya dalam rangka tumbuh kembangkan anak sebagai makhluk social.
c) Sekolah harus berfungsi sebagai pembinaan watak melalui bidang studi yang relevan sehingga terbentuknya manusia susila.
d) Sekolah harus dapat menumbuh kembangkan anak sebagai makhluk yang relegius.
e) Di dalam konteks pembangunan nasional, pendidiakan formal harus menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas.
f) Sekolah berfungsi konservatif, inovatif dan selektif dalam memelihara kebudayaan yang ada.

3. Lingkungan Masyarakat
Masyarakat adalah salah satu lingkungan pendidikan yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi seseorang. Masyarakat mempunyai peranan penting dalam tujuan pendidikan nasional. Kaitan masyarakat dan pendidiakan dapat ditinjau dari beberapa segi yaitu :
a) Masyarakat adalah sebagai penyelengara pendidiakan, baik lembaga maupun non lembaga.
b) Lembaga-lembaga masyarakat atau kelompok social dimasyarakat, baik langsung maupun tak langsung ikut mempunyai fungsi edukatif.
c) Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar baik yang dirancang maupun dimanfaatkan. Dengan kata lain manusia berusaha mendidik dirinya sendiri dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia dimasyarakat, dalam bekerja, bergaul dan sebagainya.
Secara kongkritperan dan fungsi pendidikan kemasyarakatan dapat dikemukakan sebagai berikut :
a) Memberikan kemampuan professional untuk mengembangkan karir.
b) Memberikan kemampuan akademis dalam suatu system pendidikan nasional.
c) Ikut serta mengembangkan kemampuan kehidupan beragama.
d) Mengembangkan kemampuan kehidupan social budaya.
Agar peran lembaga social/pendidik kemasyarakatan ini bisa mantap pertumbuhan dan perkembangan perlu dikoordinasir oleh pemerintah. Karena kependidikan kemasyarakatan merupakan wahana yang sangat besar. Pendidiakn kemasyarakatan dirasakan sebagai gerakan yang memperluas dan mempercepat usaha mencerdaskan kehidupan dan megangkat harkat manusia pada tingkat wajar dan maksimamal.

D. Pengaruh Timbal Balik Antara Ketiga Lingkungan Pendidikan Terhadap Perkembangan Peserta Didik.
Tumbuh kembangnya anak umumnya dipengaruhi oleh berbagai factor yakni Hereditas, lingkungan, proses perkembangan dan anugrah. Khusus untuk factor lingkungan, peranan tripusat pendidiakan itulah yang menentukan baik secara sendiri ataupun bersama-sama. Kontribusi yang besar dalam ketiga kegiatan pendidikan yakni :
1) Pembimbingan dalam upaya pemantapan pribadi yang berbudaya.
2) Pengajaran dalam upaya penguasaan pengetahuan.
3) Pelatihan dalam upaya pemahiran keterampilan.
Lingkungan masyarakat mengusahakan berbagai kegiatan atau program yang menunjang dan melengkapi program keluarga dan sekolah. Dengan kontribusi tripusat pendidikan yang saling memperkuat dan melengkapi itu akan member peluang mewujudkan sumber manusia yang terdidik dan bermutu. Kerja sama seperti ini dituangkan dalam UUSPN no.20 tahun 2003 yang berbunyi “komite sekolah/masyarakat adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta toko masyarakat yang peduli pendidikan.

0 komentar:

Poskan Komentar